Minggu, 12 Oktober 2014

Bahasa C

Berbicara mengenai C++ biasanya tidak lepas dari C, sebagai bahasa pendahulunya. Pencipta C adalah Brian W. Kerninghan dan Dennis M. Ritchie pada sekitar tahun 1972, dan sekitar satu dekade setelahnya diciptakanlah C++, oleh Bjarne Stroustrup dari Laboratorium Bell, AT&T, pada tahun 1983. C++ cukup kompatibel dengan bahasa pendahulunya C. Pada mulanya C++ disebut “ a better C “. Nama C++ sendiri diberikan oleh Rick Mascitti pada tahun 1983, yang berasal dari operator increment pada bahasa C. Keistimewaan yang sangat berari dari C++ ini adalah karena bahasa ini mendukung Pemrograman Berorientasi Objek ( OOP / Object Oriented Programming).

Program C++ dapat ditulis dengan menggunakan berbagai editor teks, seperti EDIT (milik DOS), WordStar, SideKick, ataupun menggunakan editor bawaan dari kompiler. Program C++ biasa ditulis dengan nama ektensi .CPP (dari kata C Plus Plus). Agar program bisa dijalankan (dieksekusi), program harus dikompilasi terlebih dahulu dengan menggunakan kompiler C++.
Borland C++ dan Turbo C++ adalah contoh media editor sekaligus sebagai Compiler.

C merupakan bahasa yang menyenangkan. Kita dapat menemukan berbagai pengalaman menarik dan dapat mengenal lebih baik tentang prinsip kerja komputer dengan C. Anda bahkan bias menciptakan bahasa anda sendiri dengan C.

Untuk melakukan kompilasi, digunakan program Turbo C++ 4.5 dari Borland Internasional. Kompiler ini merupakan salah satu terbaik dalam bahasa C. Selain cepat, juga file executable yang dihasilkan berukuran kecil. Selain itu, kompiler ini juga sudah mendukung pemograman C++ yang merupakan pengembangan bahasa C. Dalam bahasa ini, pemograman objek dapat dilakukan.

Dengan tersedianya beberapa pustaka dari C memungkinkan seorang programmer mengembangkan programnya lebih luas tanpa harus menulis keseluruhan programnya. Sebagai contoh, bila anda ingin membuat suatu windows di layar, bagian program dari window ini sudah tersedia dalam library, sehingga anda tinggal menggunakannya. Bahasa C++ sudah banyak dipergunakan orang untuk menuliskan program-program paket, karena C++ hampir tidak menimbulkan hambatan yang berarti sehingga perusahaan sotftware banyak yang menulis library untuk maksud-maksud tertentu.

Kesimpulan : Bahasa C menggunakan bahasa yang sudah mengenali bahasa manusia maka dari lalu juga di bahasa c juga sudah ada library yang memudahkan untuk memperluas program yang sudah dibuat dengan bahasa c

Sumber :http://comput-techno.blogspot.com/2013/01/pengertian-dari-c-beserta-fungsi.html


Visual Basic

Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM).
Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.
Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.
Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan.
Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 62% pengembang perangkat lunak dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti oleh C++, JavaScript, C#, dan Java.
Dalam VB, pembuatan sebuah program aplikasi harus dikerjakan dalam sebuah proyek. Proyek tersebut berisi kumpulan file-file yang digunakan untuk membuat aplikasi. Sedangkan untuk membuat sebuah program aplikasi, terlebih dahulu dibuat form, baru kemudian membuat file dan modul lain. Setelah semua komponen dipadukan dan kode telah ditulis, langkah selanjutnya adalah membuat proyek menjadi file yang bisa dieksekusi.

Di antara fasilitasnya ialah ADO (ActiveX Data Object) dan DHTML (Dynamic Hypertex MarkUp Language). Pembahasan dalam Modul ini akan dititik beratkan pd pembahasan pemrograman database menggunakan ADO.

Mengenal Tampilan Kerja (Intergrated Development Environtment/IDE) VB 6
IDE akan memberikan semua yang dibutuhkan programer untuk membuat aplikasi yang besar dengan dilengkapi dengan fasilitas yang sangat lengkap.

Komponen-komponen yang ada dalam IDE:

    Project Window memberikan gambaran dari semua modul yang ada dalam aplikasi. Jendela project dapat ditampilkan dengan menekan Ctrl+R / dengan mengklik icon project Explorer di toolbar.
    Form designer Window digunakan untuk membuat User Interface,
    Toolbox Window berisi komponen-komponen yang dapat diletakkan dalam form. Secara default visual basic menyediakan komponen standart yang dinamakan dengan Intrisic controls. Komponen ini dapat ditambah dengan menekan Ctrl+T, dan untuk memunculkannya klik menu View - Toolbox.
    Code window digunakan untuk menambahkan kode-kode yang akan dijalankan ketika terjadi event tertentu. Untuk memunculkan code window dapat digunakan tombol F7. sedangkan untuk berpindah dari code ke window ke form digunakan Shift-F7. Pada Code window procedure kejadian atau Event Procedures akan terdapat beberapa perbedaan pada tiap masing-masing kontrol/objek. Kode ini akan dieksekusi ketika ada respon dari pemakai berupa waktu event tertentu.
    Property window berisi property-property yang dimiliki oleh sebuah object. Untuk memunculkan Property Window tekan tombol F4.
    Form layout digunakan untuk mendefiniskan letak form ketika program dijalankan.
    Immediate window dapat digunakan digunakan untuk melihat hasil ekspresi dengan menggunakan perintah print. Jendela ini banyak digunakan ketika berada dalam break mode.
Object Browser dapat digunakan untuk menampilkan property, metode dari object yang diambil dari library internal. 


Kesimpulan : VB merupakan program Basic lalu program ini juga bahkan sering digunakan untuk pembuatan alat hitung melalui komputer seperti di supermarket

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Visual_Basic

Pengertian Pascal

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu set aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Tingkatan Bahasa Pemrograman
•             Bahasa Mesin (Machine Languages)
•             Bahasa Rakitan (Assembly Languages)
•             Bahasa Tingkat Tinggi (High Level Languages)

Kelebihan bahasa pascal adalah:
1.Tipe Data Standar, tipe data yang digunakan familiar juga dibahasa pemrograman yang lain. Sehingga tidak akan terlalu sulit dan tidak harus mengenal lagi tipe data yang baru.
2.User defined data type, programmer dapat membuat tipe data baru yang merupakan turunan dari tipe data standar yang sudah ada.
3.Strongly-typed, programmer harus menentukan tipe data dari sebuah variabel dan variabel tersebut tidak dapat diisi oleh tipe data yang lain.
4.Terstruktur, penulisan program dapat dipecah-pecah menjadi fungsi-fungsi kecil yang dapat dipanggil berulang-ulang.
5.Sederhana dan Ekspresif, bahasa yang mendekati bahasa manusia ( Bahasa Inggris) sehingga dapat  mudah dimengerti.

Kesimpulan : Pascal merupakan kelanjutan dari qbasic maka dari itu bahasa ini lebih memudahkan karena memakai bahasa manusia.

Sumber :http://aeroaquila.blogspot.com/2010/11/pengertian-bahasa-pemrograman-dan.html


qbasic

Qbasic adalah sebuah bahasa pemograman tingkat tinggi yang merupakan
salah satu versi dari bahasa BASIC (kependekan dari Beginner’s All-Purpose
Symbolic Instruction Code, merupakan bahasa yang biasa dipakai untuk belajar
memprogram). Qbasic dibuat oleh Microsoft Corporation dan tersedia pertama
kali mulai pada DOS 5.0.

Bahasa BASIC dibuat oleh John G.Kemmeny dan Thomas E.Kurtz lebih
dari 20 tahun yang lalu dan merupakan bahasa tingkat tinggi yang
relatif mudah dipelajari dan dimengerti.

Dalam perkembangannya , Bahasa BASIC dikembangkan dalam dua
jenis, yaitu interpreter dan compiler. Interpreter seperti GW-
BASIC pada sistem operasi MS-DOS, maupun BASICA pada sistem
operasi PC-DOS, sedangkan salah satu compilernya yang terkenal
adalah Quick BASIC yang dilengkapi dengan sistem
pemrograman
yang terstruktur, Quick Library, on-line help yang terpadu,
editor yang efisien (bisa merapikan teks serta memberitahukan
kesalahan syntax penulisan suatu perintah)

MENGAKTIFKAN QUICK BASIC

Untuk mengaktifkan Quick BASIC diperlukan sistem Quick BASIC yang
minimal terdiri dari file QB.EXE/QBasic.EXE. Jika kita telah
memiliki file tersebut tinggal diberi perintah QB pada Dos
Prompt.

Contoh

A>QB

atau

A>QBasic

Setelah pemberian perintah tersebut, pemakai akan dihadapkan
kepada suatu editor sebagai tempat pengetikan program yang akan
dikembangkan. Dibagian atas editor terdapat perintah menu yang
dapat diaktifkan dengan Tombol Alt disertai huruf depan dari
masing-masing pilihan.

File
/------------------\
| New Program | memulai program baru
| Open Program... | memuat program dari diskette ke RAM
| Save | menyimpan program ke diskette (file *.BAS)
| Save As... | menyimpan program ke nama yang lain
|------------------|
| Print... | mencetak program ke printer
|------------------|
| Exit | keluar ke Dos permanen
\------------------/

Edit
/----------------------\
| Undo Alt+Backspace | membatalkan perubahan terakhir
| Cut Shift+Del | memotong tulisan Blok ke ClipBoard
| Copy Ctrl+Ins | menduplikasi tulisan Blok ke ClipBoard
| Paste Shift+Ins | menyisip ClipBoard ke posisi Kursor
| Clear Del | menghapus tulisan yang di Blok
|----------------------|
| New SUB... |
| New FUNCTION... |
\----------------------/

Options
/-----------------\
| Display... | mengatur tampilan layar
| Help Set Path | mengatur default Dos Path
| Syntax Checking | mengatur keaktifan pemeriksaan Syntax
\-----------------/

Run
/---------------------\
| Start Shift+F5 | menjalankan program yang aktif
| Restart | mereset memory program
| Continue F5 | melanjutkan program yang terhenti
\---------------------/

Kesimpulan : qbasic merupakan bahasa program yang mudah dan simple karena mudah untuk dimengerti


Sumber : http://hendra-postel.blogspot.com/2012/11/qbasic.html

Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar

Berbahasa Indonesia yang baik adalah menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai konteks (pembicaraan atau penulisan). Berbahasa Indonesia yang benar adalah menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah (tata bahasa) bahasa Indonesia.
Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Ciri-ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut.

1. Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
2. Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.
3. Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
4. Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.
5. Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.

Dari semua ciri bahasa baku tersebut, sebenarnya hanya nomor 2 (kata baku) dan nomor 4 (lafal baku) yang paling sulit dilakukan pada semua ragam. Tata bahasa normatif, ejaan resmi, dan kalimat efektif dapat diterapkan (dengan penyesuaian) mulai dari ragam akrab hingga ragam beku. Penggunaan kata baku dan lafal baku pada ragam konsultatif, santai, dan akrab malah akan menyebabkan bahasa menjadi tidak baik karena tidak sesuai dengan situasi
Contoh Berbahasa Indonesia yang baik dan benar:
Loe ngerjain tugas sama siapa?
Kalimat di atas merupakan contoh kalimat yang baik dan benar, jika digunakan oleh seseorang dengan orang lain yang akrab dan sebaya. Menjadi tidak baik dan jelas tidak benar jika digunakan oleh mahasiswa kepada dosennya.
Yang baik belum tentu benar, dan yang benar belum tentu baik. Yang baik dan benar adalah berbahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan hanya baik saja, bukan hanya benar saja, apalagi yang tidak baik dan tidak benar.

Contoh Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi :
1.  bunyi tong-tong memberi tanda bahaya adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran

2. alarm untuk tanda segera berkumpul bedug untuk tanda segera melakukan sholat

3. telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh

4. simbol – tanda stop untuk pengguna jalan, simbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet.

5. gambar peta yang menunjukkan jalan

6. suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya

7. adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran

8. bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.

Contoh dalam kehidupan sehari hari :
Misalkan seorang satpam perumahan berjaga-jaga/ronda pada malam hari, pada saat sudah mendekati jam 12.00 malam satpam tersebut membunyikan kentongan yang bertanda bahwa sudah tepat pukul 12.00 malam. Dan timbul timbal balik antara satpam sama orang-orang disekitar perumahan. Setiap orang jadi lebih mengerti tanda waktu pergantian waktu tersebut.



Kamis, 26 Juni 2014

Bekerjasama dalam Team (kelompok) atau Team Work



Pengertian Kelompok
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948)
Karakteristik Kelompok
1.    Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik  secara verbal maupun non verbal.
2.    Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
3.    Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4.    Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5.    Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu    sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.
Tahap-tahap Pembentukan Kelompok 
Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.
Tahap 1 – Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.
Tahap 2 – Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.
Tahap 3 – Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.

Tahap 4 – Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
 Tahap 5 – Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.
Kekuatan Team Work
Setiap tim maupun individu sangat berhubungan erat dengan kerja sama yang dibangun dengan kesadaran pencapaian prestasi dan kinerja. Dalam kerja sama akan muncul berbagai penyelesaian yang secara individu tidak terselesaikan. Keunggulan yang dapat diandalkan dalam kerja sama pada kerja tim adalah munculnya berbagai penyelesaian secara sinergi dari berbagai individu yang tergabung dalam kerja tim. 
Kontribusi tiap-tiap individu dapat menjadi sebuah kekuatan yang terintegrasi. Individu dikatakan bekerja sama jika upaya-upaya dari setiap individu tersebut secara sistematis terintegrasi untuk mencapai tujuan bersama. Dalam mencapai tujuan bersama, kerja sama memberikan manfaat yang besar bagi kerja tim. Biasanya organisasi berbasis kerja tim memiliki struktur yang ramping. Oleh sebab itu, organisasi akan bisa merespons dengan cepat dan efektif lingkungan yang cepat berubah (West, 2002). 
Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.
Sumber :
http://sofiaribowo.wordpress.com/2013/06/22/pengertian-dan-karakteristik-kelompok/
http://herisllubers.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial-implikasi.html
http://erlanggaba.blogspot.com/2013/05/pengertian-kerjasama-dan-kekuatan-team.html



Selasa, 13 Mei 2014

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

1.         Definisi Pengambilan Keputusan
Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan dan mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan yang sangat penting. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada relasi sesama.
Kemudian terdapat definisi menurut para ahli, antara lain :
·         Menurut George R. Terry :
pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
·         Menurut Sondang P. Siagian :
pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
·         Menurut James A. F. Stoner :
pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Dari definisi pengambilan keputusan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Pengambilan keputusan itu sendiri suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.  

2.   JENIS – JENIS KEPUTUSAN ORGANISASI
Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu :
1.         Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
2.         Keputusan tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.
3.         FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
1.       hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan;
2.      setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
3.      setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
4.      jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
5.      pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik;
6.      pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukuplama;
7.      diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
8.     setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
9.      setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan.
1.    Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
2.    Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
3.    Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
4.    Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
5.    Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6.    Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
4.         Implikasi Manajerial
Dalam kamus besar bahasa Indonesia implikasi mempunya arti yaitu akibat.kata implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek salah satu aspek yang akan saya bahas kali ini implikasi manajerial. Dalam manajemen sendiri terdapat 2 implikasi yaitu :
1.      Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2.      implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Jadi implikasi manajerial memiliki arti Proses Pengambilan Keputusan Partisipatif Dalam Organisasi manajerial yang baik.
Teori Managerial Grid
Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teori managerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu :
1.      Improvised artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.
2.      Country Club artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
3.      Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen. Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan penghargaan.
4.      Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu dalam organisasi.
5.      Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.
Komunikasi Organisasi
Dalam system komunikasi organisasi, partisipatif telah menggunakan komunikasi dua arah, yaitu system atau pola komunikasi yang akan menghasilkan umpan balik secara langsung dari komunikan untuk dijadikan evaluasi. Pemimpin akan sering berkomunikasi dengan bawahan dalam merumuskan hal-hal yang dapat dirumuskan dengan bawahan. Hal ini menunjukkan bahwa komuniksai harus berfungsi juga sebagai persuatif dan regulative. Kepemimpinan situasional memungkinkan seorang pemimpin melaksanakan kepemimpinannya sesuai dengan kondisi yang terjadi. Untuk komunikasi satu arah seperti Telling, mengharuskan pemimpin untuk lebih banyak mengarahkan, hal ini dilakukan agar tugas yang dilaksanakan sesuai dengan alur atau tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi satu arah akan mengalami kesulitan dalam menerima umpan balik sebagai evaluasi bagi organisasi. Terkadang dengan komunikasi satu arah, kondisi kerja akan terasa kaku karena bersifat formal.
Dalam kepemimpinan situsional yang dikembangkan menjadi empat bagian, membutuhkan komunikasi karena pada dasarnya kepemimpinan mempengaruhi orang. Dalam kepemimpinn ini, Delegating dengan tugas dan perilaku yang rendah menjdi aspek yang paling disukai apabila bawahan memiliki tingkat kesiapan yang tinggi, karena ada kebebasan dan kepercayaan dari pemimpin untuk berpartisipasi.

sumber :
http://dhino-ambargo.blogspot.com/2013/05/definisi-dan-dasar-pengambilan-keputusan.html
http://strawberrycupcup.blogspot.com/2013/05/jenis-jenis-keputusan-organisasi.html
http://melkyat.blogspot.com/2013/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_27.html
http://dimasihsanprasetyo.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial.html